You need to enable javaScript to run this app.

Dari Lapangan Upacara ke Masa Depan: SMA Negeri 3 Purwokerto Launching Sekolah Mantap

  • Selasa, 01 September 2026
  • Administrator
  • 0 komentar

Dari Lapangan Upacara ke Masa Depan: SMA Negeri 3 Purwokerto Launching Sekolah Mantap

PURWOKERTO – Senin pagi, 31 Agustus 2026, lapangan upacara SMA Negeri 3 Purwokerto tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya warga sekolah. Pagi itu, lapangan tersebut menjadi saksi dimulainya sebuah langkah baru bagi para murid melalui Launching Sekolah Mantap.

Sekitar pukul 07.35 WIB, seluruh guru, tenaga kependidikan (TU), karyawan, dan murid SMA Negeri 3 Purwokerto berkumpul mengikuti apel. Suasana terasa penuh semangat karena kegiatan yang dilaksanakan bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi awal dari kesempatan para murid untuk mengembangkan keterampilan di luar pembelajaran akademik.

Kegiatan dibuka oleh Bapak Wasono Ardi Saputro, M.Pd., selaku Kepala SMA Negeri 3 Purwokerto.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa Sekolah Mantap menghadirkan lima bidang kompetensi, yaitu Tata Rias, Tata Boga, Bahasa Inggris, Servis Elektronik, dan Desain Grafis.

Pilihan bidang yang cukup beragam ini memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar sesuai dengan minat dan ketertarikan masing-masing. Ada yang tertarik dengan dunia kuliner, ada yang ingin mengasah kreativitas melalui desain grafis, ada yang ingin meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, dan ada pula yang tertarik mempelajari keterampilan servis elektronik maupun tata rias.

Sekitar 200 Murid Siap Mengikuti

Program Sekolah Mantap mendapat respons positif dari para murid. Sekitar 200-an murid akan mengikuti kegiatan yang terbagi ke dalam lima bidang kompetensi tersebut.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis keterampilan memiliki daya tarik tersendiri bagi murid. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mencoba sesuatu yang berbeda, mengembangkan kemampuan, sekaligus mengenali potensi yang mungkin belum pernah mereka eksplorasi sebelumnya.

Bagi seorang pelajar, pengalaman seperti ini tentu memiliki nilai tersendiri. Sebab, tidak semua hal tentang masa depan bisa dipelajari hanya melalui buku pelajaran.

Ada keterampilan yang harus dicoba. Ada pengalaman yang harus dijalani. Dan ada keberanian yang harus dibangun sejak sekarang.

Map Peserta, Simbol Dimulainya Perjalanan

Salah satu momen penting dalam apel launching adalah penyerahan map peserta secara simbolis.

Kepala Sekolah menyerahkan map kepada perwakilan murid dari masing-masing bidang kompetensi. Penyerahan tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan para peserta dalam mengikuti program Sekolah Mantap.

Map yang berpindah dari tangan Kepala Sekolah kepada para perwakilan murid seolah menjadi tanda sederhana bahwa setelah hari itu, mereka memiliki perjalanan baru untuk dijalani: belajar keterampilan, mencoba hal baru, dan mengembangkan kemampuan.

Ketika Balon Membawa Cita-Cita

Setelah penyerahan map, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan balon.

Puluhan balon yang dilepaskan ke udara menjadi simbol cita-cita para murid yang ingin diterbangkan setinggi mungkin.

Pemandangan balon yang perlahan meninggalkan lapangan menjadi bagian yang cukup menarik dari kegiatan pagi itu. Namun di balik seremoni tersebut ada pesan yang lebih dalam: cita-cita harus berani diterbangkan, tetapi juga harus diiringi dengan usaha untuk mewujudkannya.

Mimpi tidak cukup hanya disimpan dalam pikiran. Ia membutuhkan proses, keterampilan, pengalaman, dan keberanian untuk mencoba.

Dan Sekolah Mantap hadir sebagai salah satu ruang untuk memulai proses tersebut.

Belajar Tidak Harus Selalu di Dalam Kelas

Pendidikan hari ini terus berkembang. Murid tidak hanya dituntut memahami materi pelajaran, tetapi juga perlu memiliki berbagai keterampilan yang dapat menjadi bekal menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Melalui lima kompetensi yang ditawarkan, Sekolah Mantap memberikan ruang bagi murid SMA Negeri 3 Purwokerto untuk belajar dengan cara yang lebih aplikatif.

Tata Rias dapat menjadi ruang untuk mengasah kreativitas dan keterampilan. Tata Boga membuka kesempatan mengenal dunia kuliner. Bahasa Inggris membantu membangun kemampuan komunikasi. Servis Elektronik mengenalkan keterampilan teknis, sementara Desain Grafis menjadi ruang bagi murid yang memiliki ketertarikan pada dunia visual dan kreativitas digital.

Masing-masing bidang memiliki karakter dan tantangan yang berbeda. Namun semuanya memiliki satu tujuan: memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada para murid.

Dari Lapangan, Menuju Masa Depan

Launching Sekolah Mantap mungkin dimulai dari sebuah apel di lapangan sekolah. Namun harapannya tentu tidak berhenti di sana.

Sekitar 200-an murid yang mengikuti kegiatan ini akan memulai proses belajar dan mengembangkan keterampilan mereka masing-masing. Dari proses tersebut, diharapkan muncul pengalaman baru, karya baru, bahkan mungkin lahir potensi-potensi baru yang sebelumnya belum terlihat.

Karena pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat untuk mendapatkan nilai.

Sekolah adalah tempat untuk menemukan potensi, mencoba hal baru, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan masa depan.

Senin pagi itu, balon-balon telah diterbangkan ke langit. Bersamaan dengan itu, cita-cita para murid SMA Negeri 3 Purwokerto juga ikut diterbangkan.

Kini tugas berikutnya adalah membuat cita-cita tersebut tidak hanya tinggi, tetapi juga memiliki arah.

Dari lapangan upacara, langkah menuju masa depan dimulai.

Sekolah Mantap: belajar keterampilan, berani mencoba, dan siap menghadapi masa depan.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Wasono Ardi Saputro, M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Assalamu'alaikum wr.wb. Puji syukur kepada Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan anugerah-Nya sehingga website...

Berlangganan
Banner