Lulus SMA Dua Tahun dengan SKS

Sabtu, 10 Januari 2015 07:39:48 - oleh : admin

 

Sejak berdiri tahun 1990  SMA Negeri 3 Purwokerto terus berupaya memberikan layanan prima kepada peserta didik. Salah satu bentuk layanan yaitu dibukanya kelas olahraga yang menampung  para atlet sejak tahun pelajaran 2007-2008. Sukses menjadi satu-satunya pemilik kelas olahraga di kabupaten Banyumas semakin membulatkan tekad untuk mewujudkan sekolah dengan layanan terbaik. Dalam rangka memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik sesuai bakat, minat, dan kemampuan peserta didik, pada tahun 2013-2014 sekolah dengan jumlah 30 rombel ini menyelenggarakan Sistem Kredit Semester.

 

Mengapa SKS? Pendidikan berkeadilan adalah pemberian  layanan  pendidikan yang mengakomodasi keragaman kecepatan belajar  dan variasi pilihan beban belajar dan mata pelajaran seluruh peserta didik.  Layanan ini tidak diskriminatif  karena pada semester 1 semua siswa memperoleh beban yang sama. Siswa dengan IP terbaiklah yang berkesempatan mengambil beban belajar lebih banyak pada semester berikutnya. Sekolah menetapkan serial mata pelajaran sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara fleksibel dengan pola on/off bagi peserta didik.Untuk mengakomodasi kebutuhan peserta didik dengan IP tinggi yang berhak menyelesaikan masa studi paling cepat dua tahun (empat semester), mata pelajaran disusun maksimal dalam empat seri. Penyelenggaraan SKS dipayunghukumi Permendikbud Republik Indonesia Nomor 158 tahun 2014.

Tulisan ini akan menjelaskan secara sepintas pengertian SKS, prinsip-prinsip, pengorganisasian pembelajaran dan pengelolaan waktu, guru pembimbing akademik, pengambilan beban belajar, durasi pembelajaran, waktu penyelesaian program, kelulusan, kepindahan peserta didik ke sekolah lain, dan kelebihan SKS.

Pengertian

Sistem Kredit Semester selanjutnya disebut SKS adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang peserta didiknya menentukan jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti tiap semester pada satuan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan/kecepatan belajar. Ini berbeda dengan sistem paket yang peserta didiknya mengikuti beban belajar dan mata pelajaran sesuai dengan yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.

 

Prinsip-prinsip

SKS diselenggarakan dengan prinsip fleksibel, keunggulan, maju berkelanjutan, dan keadilan. Prinsip fleksibel merupakan penyelenggaraan SKS dengan fleksibilitas pilihan mata pelajaran dan waktu penyelesaian masa belajar yang memungkinkan peserta didik menentukan dan mengatur strategi belajar secara mandiri. Prinsip keunggulan merupakan penyelenggraan SKS yang memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan belajar dan mencapai tingkat kemampuan optimal sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan/kecepatan belajar. Prinsip maju berkelanjutan merupakan penyelenggaraan SKS yang memungkinkan peserta didik dapat langsung mengikuti muatan, mata pelajaran atau program lebih lanjut tanpa terkendala oleh peserta didik lain. Sedangkan prinsip keadilan merupakan penyelenggaraan SKS yang memungkinkan peserta didik mendapatkan kesempatan untuk memperoleh perlakuan sesuai dengan kapasitas belajar yang dimiliki dan prestasi belajar yang dicapainya secara perseorangan.

 Pengorganisasian pembelajaan dan pengelolaan waktu

SKS diselenggarakan melalui pengorganisasian pembelajaran bervariasi dan pengelolaan waktu belajar yang fleksibel. Pengorganisasian pembelajaran bervariasi dilakukan melalui penyediaan unit-unit pembelajaran utuh setiap mata pelajaran yang dapat diikuti oleh peserta didik. Sedangkan pengelolaan waktu belajar yang fleksibel dilakukan melalui pengambilan beban belajar untuk unit-unit pembelajaran utuh setiap mata pelajaran oleh peserta didik sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing.

Guru pembimbing akademik

Satuan Pendidikan penyelenggara SKS wajib menyediakan guru pembimbing akademik. Guru pembimbing akademik bertanggung jawab terhadap terhadap peserta didik sejak semester pertama sampai dengan semester akhir. 

Pengambilan beban belajar

Pengambilan beban belajar semester satu menggunakan prestasi yang dicapai pada satuan pendidikan sebelumnya. Semester dua dan seterusnyamenggunakan IP yang diperoleh pada semester sebelumnya.

Peserta didik SMA pada semester 2 dan seterusnya dapat mengambil beban belajar berdasarkan IP semester sebelumnya dengan ketentuan sebagai berikut:

1.       IP < 5,0 dapat mengambil maksimal 8 sks

2.       IP 5,0 s.d 5.9 dapat mengambil maksimal 10 sks

3.       IP 6.0 s.d 6.9 dapat mengambil maksimal 16 sks

4.       IP 7,0 s.d 7,4 dapat mengambil maksimal 20 sks

5.       IP 7.5 s.d 7,9 dapat mengambil maksimal 24 sks

6.       IP 8,0 s.d 8,5 dapat mengambil maksimal 28 sks

7.       IP > 8.5 dapat mengambil maksimal 32 sks

 

Selain ketentuan nilai kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan, pengambilan jumlah jam pelajaran dapat dilakukan dengan syarat nilai kompetensi sikap paling rendah Baik (B).

 

Durasi pembelajaran

Kegiatan tatap muka dalam beban belajar bagi peserta didik yang memiliki kecepatan belajar di atas rata-rata yang ditunjukkan dengan IP > 3,55 durasi satu jam pelajaran dapat dilaksanakan selama 30 menit.

 

Penyelesaian program

Setiap peserta didik sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan/kecepatan belajar dapat menyelesaikan program belajar paling cepat 4 (empat) semester dan paling lambat 8 (delapan) semester.

 

Kelulusan

Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang menyelenggarakan SKS dapat dilakukan pada setiap akhir semester.

 

Kepindahan peserta didik ke sekolah lain

Beban belajar yang telah diambil oleh peserta didik yang pindah dari satuan pendidikan antarpenyelenggara SKS, penyelenggara SKS ke penyelenggara sistem paket, atau penyelenggara sistem paket ke penyelenggara SKS diakui secara penuh.

 

Kelebihan SKS

1.     Berkeadilan karena semua peserta didik memperoleh beban belajar yang sama pada semester satu.

2.     Sekolah dapat melayani kebutuhan dan potensi siswa yang beragam dalam hal:

          a.  Potensi dan kebutuhannya sesuai dengan pilihan karier

       b. Minatnya terhadap mata pelajaran

       c. Kecepatan belajarnya

3.     Sekolah dapat memaksimalkan hasil belajar secara utuh (kognitif, psikomotorik, dan afektif) siswa, karena mereka belajar sesuai dengan potensi, kebutuhan dan minatnya.

4.      Sekolah juga dapat mengembangkan kemandirian siswa dalam menentukan pilihan karier dan mata pelajaran yang dibutuhkan.

5.        Sekolah dapat melayani siswa yang memiliki kecepatan belajar di atas rata-rata secara alamiah dan beragam.

6.     Dengan pelaksanaan SKS siswa belajar dengan motivasi lebih tinggi, memiliki kemandirian, dan sesuai dengan potensinya. Dengan demikian dapat meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. (-sy-)

 

 

 

 

"Berita" Lainnya