Sejarah

Program pembinaan olah raga prestasi tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga-lembaga pembinaan olah raga (KONI, Pengkab Cabang Olah Raga, Klub Cabang Olah Raga) tetapi juga menjadi tanggung jawab Pemerintah, Masyarakat termasuk didalamnya sekolah.

            Sekolah adalah tempat yang strategis sebagai tempat pembinaan olahraga prestasi, apalagi di tingkat SMA.

            Siswa SMA merupakan asset Sumber DayaManusia, Bangsa sebagai penerus cita-cita dan tujuan pembangunan bangsa dan siswa SMA mendekati pada usia emas makanya SDM ini perlu mendapatkan ketrampilan professional khususnya dibidang olahraga sesuai dengan bakat/minat dari masing-masing siswa dengan harapan dapat menunjang masa depan siswa (Olahraga sebagai life skill).

            Sejalan dengan kurikulum tahun 2006 yang memberikan peluang pengembangan diri bagi setiap sekolah yang diaplikasikan kedalam KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dalam pelaksanakana pendidikan dapat bersifat individual sesuai dengan minat/bakat siswa sehingga rintisan kelas olahraga di SMA Negeri 3 tidaklah berlebihan dan perlu didukung untuk prestasi olahraga di Kabupaten Banyumas.

            Juga sejalan dengan prakarsa pemerintah (Departemen Pendidikan Nasional) mengembangkan pemikiran baru yaitu life skill education yang dapat diintegrasikan pada tiap jenjang sekolah dan secara subtansial disesuaikan dengan kemampuan siswa pada jenjang tertentu.

            Untuk itu KONI Kabupaten Banyumas merespon positif atas rintisan kelas olahraga di SMA Negeri 3 Purwokerto dengan harapan akan mendukung prestasi olahraga di Kabupaten Banyumas.

            Sehingga perlu ada program pembinaan secara terpadu antara SMA Negeri 3 Purwokerto dengan KONI Kabupaten Banyumas guna suksesnya rintisan kelas olahraga SMA Negeri 3 Purwokerto.